Skip to Content

Siap Hadapi Komisi Kode Etik, Antasari Akan Jelaskan Soal Golf

Antasari Azhar siap menghadapi Komisi kode etik yang dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Antasari akan menjelaskan dugaan pelanggaran kode etik mengenai main golf dan pertemuan dengan pengusaha di luar kantor KPK.

"Pak Antasari tidak ada persoalan soal komisi kode etik, hanya masalah missinformation," kata pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir, saat dihubungi melalui telepon, Kamis (14/5/2009).

Soal golf, menurut Ari, Antasari melakukan olah raga itu sesuai yang dituliskan dengan kode etik, yaitu main golf bukan dengan pihak yang berperkara.

"Pak Antasari main dengan kerabat dekat, dengan keluarga dan instansi yang berkaitan dengan kegiatannya, misalnya main golf dengan Kapolri," bela Ari.

Begitu pula dengan pertemuan dengan pengusaha di restoran atau di hotel, yang dalam kode etik seharusnya dijauhi oleh pimpinan KPK. "Kalau bertemu dengan yang akan memberikan laporan (korupsi) dan ada juga yang dilakukan secara informal, ini namanya proaktif menjemput (laporan)," urainya.

Ari juga menuturkan, tidak ada berkas-berkas yang diambil dari rumah kliennya. Kalaupun ada itu berkas yang diambil dengan persetujuan KPK untuk kepentingan penyidikan karena menjelaskan hubungan Antasari, Sigid Haryo, dan Nasrudin Zulkarnaen.

"Seperti dokumen RNI, kopi surat kerjasama Merdeka dengan Pak Antasari, itu menjelaskan hubungan beliau dengan Sigid Haryo. Kalau yang diserahkan istri beliau ke polisi itu KTP, handphone, dan surat pengangkatan Nasrudin sebagai Direktur RNI," terangnya.

Ari juga menjamin, meski Antasari dikelilingi pengacara yang pernah memegang kasus korupsi di KPK, informasi soal penanganan kasus korupsi tidak akan bocor.

"Kami menangani profesional dan Pak Antasari menjunjung tinggi moralitas dan idealitas, tidak mungkin akan mengkhianati pemberantasan korupsi," tutupnya.

(ndr/nrl)